konten tanpa batas

TeksTrone

Minggu, 15 Juli 2018

Mengapa kita harus membayar Air?


Pertama, mari kita bahas


Mengapa kita membahas tentang judul ini?

Jadi waktu itu saya gak sengaja ketemu sebuah postingan yang membahas tentang pentingnya membayar pajak. Lalu, dikolom komentar ada seorang yang gua gak tau siapa nanyain tentang mengapa kita harus membayar air? Dan gua pun ter-trigger untuk membahasnya di sini. Jadi mari kita bahas dulu

Apa itu air?

Air adalah senyawa yang berwujud cair yang terdidri dari 2 unsur yakni hidrogen dan oksigen.


Lalu, mengapa kita tidak bisa bernafas didalam air?

Karena oksigen pada air merupakan unsur senyawa dan bukan unsur tunggal. Jadi bila kita menghirup oksigen pada air, otomatis hidrogen yang juga terkandung didalamnya akan ikut terhirup. Atau secara sederhana bisa kita bilang karena oksigen di air memiliki wujud cair dan bukan gas sehingga paru paru kita tidak bisa mengolahnya.

Air bisa kita temui dimana saja. Diatas, dibawah, bahkan 70% tubuh manusia merupakan air.


Lalu, mengapa kita harus membayar air?

Jawaban nya cukup simpel, yakni karena kita membelinya.
Kita tidak akan membayar air yang turun dari langit karena air itu datang dengan sendirinya. Sedangkan air yang kita bayar ini berasal dari PDAM.


Apa itu PDAM?

Perusahaan Daerah Air Minum disingkat PDAM, merupakan perusahan milik daerah yang berkewajiban menyuplai air minum untuk daerahnya. Berbeda dengan PLN, PDAM bukanlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).  Jadi PDAM dikuasai dan dipertanggung jawabi oleh daerah dan bukan negara.


Mengapa demikian?

Seperti dalam namanya, PDAM adalah perusahaan daerah. Sedang PLN adalah perusahaan negara. Selain itu, mungkin dikarenakan sumber pengambilan air yang berasal dari sungai daerah menjadikan PDAM sebagai tanggung jawab daerah dan bukan negara.


Sungai daerah? Sungai di daerah saya kotor. Kok bisa jadi bersih?

Ada beberapa tahapan yang membuat air dari PDAM menjadi bersih. Tapi saya hanya akan menjelaskannya secara singkat agar mudah dipahami.
Pertama, air dari sungai ditampung dalam sebuah penampungan dan dibiarkan sampai kotoran berat yang terkandung didalam air mengendap.
Lalu air nya disalurkan ke penampungan lain, dan endapannya dibuang.
Kedua, air yang sudah setengah bersih diberikan tawas untuk mengilangkan bakteri yang ada didalamnya. Selain tawas, air juga diberikan kaporit agar menjadi jernih.
Terakhir, air di olah hingga zat kimia berlebihnya hilang dan lalu disalurkan kerumah rumah.


Terus, kenapa air di rumah saya masih keruh?

Mungkin karena penggunaan kaporitnya tidak banyak. Penggunaan kaporit yang berlebihan tidak baik bagi kesehatan.


Kalau airnya dari sungai, terus kenapa kita bayar?

Dengan mengetahui proses pengolahan air, tentunya kalian juga pasti mengerti kalau setiap tahapannya dilakukan oleh orang yang berpengalaman dan bahan yang tidak gratis. Oleh karena itu air yang telah diolah di PDAM kita bayar jasanya dan bahan bakunya.


Mengapa pertanyaan ini bisa ada?

Dibeberapa daerah, air bersih dibeli dengan sangat mahal. Terkadang juga penghitunga kubik air yang tidak wajar membuat pembayaran air bersih menjadi meningkat. Dengan melonjaknya harga dari air bersih tersebut membuat masyarakat berpikir mengapa mereka harus membayar air.


Mengapa demikian?

Hal ini biasanya terjadi akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab yang memiliki jiwa jiwa koruptor.
Seperti yang sudah saya bahas, PDAM atau perusahaan penyedia air minum ini merupakan badan usaha milik daerah. Jadi, sebagian uang yang diterima oleh PDAM disalurkan ke pemerintah daerah. Dengan demikian, oknum dalam bisa leluasa menaik turunkan harga air untuk dirinya sendiri, tanpa takut ketahuan oleh negara.


Kalau udah tau, kenapa gak dilaporin?

Pertama, semua yang saya katakan ini hanyalah sebatas dugaan. Saya menyimpulkan dugaan saya ini hanya dengan mendengar desas desus warga masyarakat, fakta yang tertera di internet, dan hasil wawancara terhadap narasumber yang random dan tidak sepenuhnya tepat.
Kedua, sekalipun saya ingin melaporkan, saya tidak punya bukti, kekuatan dan kemampuan untuk menyeret hal ini  ke meja hukum.


Kenapa mereka gak ketahuan oleh pemimpin daerah?

Masih menjadi misteri


Kok gak dijawab dengan dugaan?

Bila saya jawab, nanti saya bakalan dicari dan ditangkap dengan tuduhan pencemaran nama baik.


Terus kenapa diawal udah main tuduh aja?

Karena ”oknum dalam” itu bisa siapa saja. Biarlah mereka sadar dengan sendirinya


Terus, solusinya?

Solusi dari pertanyaan ini ada 4
Pertama, gunakan lah air dengan hemat

Kedua, tampunglah air hujan dalam profill atau drum untuk menekan penggunaan air PDAM.

Ketiga, mengecilkan laju keran air (dapat membantu mengurabgi debit air pembayaran. Saya juga gak tau kok bisa demikian)

Terakhir, menghitung penggunaan air yang sudah dipakai.


Lalu, apa yang terjadi bila kita tidak membayar air?

Ya, saluran air nya bakalan diputusin dan kalian pun gak bisa menerima pasokan air lagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar